Susu Ibu Hamil
sumber gambar: /klikdokter.com

3 Fakta Penting Atau Tidaknya Mengkonsumsi Susu Ibu Hamil

Diposting pada

Di Indonesia, mengkonsumi susu ibu hamil saat mengandung menjadi suatu rutinitas andalan. Alasannya karena khawatir dengan kecukupan gizi sang janin. Ada juga yang ingin agar kelak bayinya bisa superior. Belum lagi terpapar iklan-iklan susu ibu hamil di berbagai media.

Susu Ibu Hamil
sumber gambar: /klikdokter.com

Kurangnya edukasi terhadap ibu hamil, ditambah dengan “katanya” dari orang-orang terdekat yang belum tentu benar.

Berikut beberapa fakta penting atau tidaknya mengkonsumsi susu selama kehamilan.

Tak Perlu Konsumsi Susu Ibu Hamil Jika Kecukupan Gizi Terpenuhi

Persepsi yang beredar di masyarakat adalah susu ibu hamil memiliki jumlah kecukupan gizi lebih banyak daripada susu biasa.

Hal ini ditepis oleh Ketua Sentra Laktasi Indonesia yaitu dr. Utami Roesli. Beliau memaparkan bahwa sebenarnya susu ibu hamil sama saja dengan susu yang banyak beredar di pasaran.

Beliau juga menambahkan bahwa berdasarkan penelitian, yang berjumlah enam belas, susu yang telah diberikan kandungan AHA dan DHA tidak terbukti bisa menambah tingkat kecerdasan sang bayi.

Penjelasan ilmiahnya yaitu susu sapi memiliki lemak dengan ikatan yang pendek. Maka dari itu dibutuhkan tambahan DHA dan AHA.

Namun kedua zat tersebut tidak dapat diserap tubuh dengan baik sehingga kurang maksimal karena zat-zat itu hanyalah sebagai tambahan.

Dokter Utami juga menegaskan bahwa mamalia lain selama kehamilan tidak mengkonsumsi susu apapun. Maka hal itu juga berlaku bagi manusia.

Dari pemaparan Dokter Utami tersebut sudah jelas bahwa Bunda tak perlu memaksakan diri untuk membeli susu khusus ibu hamil. Susu hanya sebagai pelengkap gizi saja dan dikonsumsi bila dibutuhkan.

Justru ibu hamil harus memperhatikan asupan makanannya. Apakah sudah mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang atau tidak. Bila Anda merasa ragu dengan hal tersebut, berkonsultasilah dengan bidan atau dokter kandungan Anda.

Jangan lupa untuk selalu rutin memeriksakan kehamilan per bulannya. Selain gizi dari dalam tubuh, hendaknya ibu hamil melakukan olahraga ringan seperti yoga, berenang atau senam hamil.

Iklan Susu Ibu Hamil Yang Beredar Hanyalah Bahasa Marketing Dunia Industri

Dokter Utami juga mengatakan bahwa sebutan susu yang khusus bagi ibu hamil hanya ada di Indonesia. Tak hanya itu, susu formula dengan sebutan lain juga beredar.

Misalnya susu penambah berat badan, susu untuk menaikkan massa otot, susu khusus ibu menyusui atau susu untuk diet. Bagaikan gayung bersambut, masyarakat Indonesia terpengaruh dengan label-label susu tersebut.

Padahal, baik susu ibu hamil maupun susu degan sebutan lain hanya sebagai strategi penjualan pabrik susu saja.

Pada Mei 2015, World Health Organization (WHO) mengadakan sidang pleno dengan agenda resolusi World Health Assembly (WHA).

Hasilnya adalah WHO melarang menampilkan iklan susu anak di bawah 3 tahun secara komersil. Menariknya, Indonesia juga turut serta dalam rapat tersebut dan telah menandatanganinya.

Selain itu, industri susu tidak boleh menggunakan hadiah kepada konsumennya untuk menaikkan penjualan. Dokter juga dilarang memberikan resep susu tertentu kepada pasiennya.

Tentunya, keputusan sidang pleno WHO tersebut berdampak pada penjualan industri susu. Sehingga resolusi itu mendapat tantangan keras. Namun di Indonesia, aturan WHO tersebut terlihat longgar.

Syarat Susu Layak Dikonsumsi Ibu Hamil Dan Nutrisinya

Walaupun bukan kewajiban, meminum susu saat hamil direkomendasikan karena nutrisinya. Dalam tiga gelas susu terkandung kalsium, vitamin D dan protein yang cukup bagi ibu hamil.

Namun, ada beberapa kategori susu yang harus diperhatikan bagi ibu hamil. Banyak jenis olahan susu di luar sana, mulai dari susu murni yang langsung diperah dari sapi, susu pasteurisasi, susu bubuk, hingga susu rendah lemak.

Susu skim lebih baik daripada susu murni. Susu murni mengandung kadar lemak jenuh dan kalori yang tinggi dibanding susu skim.

Mengkonsumsi lemak jenuh dapat meningkatkan resiko jantung dan kanker. Selanjutnya, susu yang sudah mengalami proses pasteurisasi lebih baik untuk ibu hamil daripada susu segar.

Susu pasteurisasi adalah susu hasil perahan yang telah dipanaskan pada suhu 63 derajat Celcius dalam waktu 30 menit. Susu segar memang penuh dengan nutrisi.

Namun susu dapat menjadi tempat bakteri tumbuh subur bila tak mengetahui cara pengolahan yang benar. Proses pasteurisasi ini dapat mematikan bakteri yang tidak tahan panas seperti Salmonella.

Walaupun mengalami proses pemanasan yang cukup lama, rasa susu tidak akan berubah. Gizi yang terkandung di dalam susu pasteurisasi juga tak akan hilang seluruhnya.

Hal ini karena titik didih susu perah mencapai 100 derajat Celcius. Sementara, proses pasteurisasi membutuhkan suhu panas sebesar 63 derajat Celcius.

Manfaat lain susu pasteurisasi adalah penambahan nutrisi mikro atau yang dikenal dengan proses fortifikasi susu. Penambahan mikronutrien seperti vitamin D bertujuan untuk memperbaiki beberapa zat gizi yang hilang karena proses pemanasan sebelumnya.

Susu pasteurisasi banyak beredar di pasaran. Anda cukup memeriksa label pada kotak susu. Susu pasteurisasi ini juga bisa menjadi alternatif selain susu ibu hamil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.