Jenis Cemilan Ibu Hamil Yang Sehat dan Aman Untuk Perkembangan Janin
sumber gambar: /cloudninecare.com

8 Kreteria Cemilan Ibu Hamil Yang Sehat dan Aman

Diposting pada

Walaupun tengah mengandung, bunda tetap harus memperhatikan asupan makanan, termasuk menentukan cemilan ibu hamil yang sehat dan aman untuk perkembangan janin.

Jenis Cemilan Ibu Hamil Yang Sehat dan Aman Untuk Perkembangan Janin
sumber gambar: /cloudninecare.com

Cemilan ibu hamil dibutuhkan untuk mengganjal perut sebelum waktu makan tiba. Biasanya disajikan antara jam makan pagi dan siang serta pada sore hari. Lantas, bagaimana kriteria cemilan yang bergizi dan aman bagi ibu hamil?

Berikut tips menentukan cemilan yang sehat untuk ibu hamil yang perlu diketahui:

Kreteria Cemilan Ibu Hamil Yang Sehat dan Aman Untuk Perkembangan Janin

1. Kebutuhan Gizi Ibu Hamil Berbeda Di Setiap Usia Kehamilannya

Tentunya, kebutuhan gizi wanita yang sedang mengandung berbeda dengan wanita dalam kondisi normal. Saat mengandung, Anda harus selektif dalam setiap makanan atau minuman yang masuk ke tubuh Anda. Karena setiap makanan yang dikonsumsi oleh sang ibu akan diserap nutrisinya oleh sang janin.

Gizi untuk ibu hamil mencakup kalori yang terdapat pada karbohidrat, protein, kalsium, zat besi, serat, air mineral dan berbagai vitamin.

Jumlah berat gizi tersebut berbeda pada setiap umur kehamilan. Semakin besar usia kehamilan maka akan semakin berkembang si janin.

Hal ini tentunya akan mempengaruhi asupan gizi yang harus dipenuhi sang bunda.

2. Asupan Kalori Yang Cukup Untuk Ibu Hamil

Kalori dibutuhkan agar bisa memberi energi untuk tubuh. Kalori bisa dijumpai dari makanan yang mengandung karbohidrat.

Bagi ibu hamil dengan berat badan normal, pada trimester pertama membutuhkan 1800 kalori. Sedangkan trimester kedua meningkat menjadi 2200 kalori. Pada trimester ketiga naik lagi menjadi 2400 kalori.

Karbohidrat terdapat pada pasta, nasi, gandum, oat, olahan tepung seperti roti, ubi, dan bahan makanan yang mengandung zat pati dan tepung.

Porsi ideal mengkonsumsi makanan berkarbohidrat untuk ibu hamil antara 8 hingga 10porsi. Hendaknya ibu hamil tidak diet ataupun terlalu berlebihan dalam mengkonsumsinya.

Diet karbohidrat bisa menyebabkan resiko bayi dengan kecacatan. Lalu, karbo berlebih bisa membuat sang ibu maupun bayi obesitas dan berpengaruh saat kelahiran.

3. Makanan Dengan Zat Besi Dan Protein

Zat besi berperan penting untuk pembentukan hemoglobin darah. Hemoglobin berfungsi sebagai pengedar oksigen ke dalam seluruh tubuh dengan bantuan sel darah merah.

Kekurangan zat besi saat hamil menyebabkan bayi rawan lahir prematur. Ibu hamil butuh 50% lebih banyak zat besi (minimal konsumsi 27 mg per hari) terutama saat trimester kedua dan ketiga.

Zat besi ada pada daging, kacang-kacangan dan olahannya seperti tahu, sayuran hijau seperti bayam serta ikan.

Protein dibutuhkan ibu hamil sebanyak 40 hingga 70 gram per harinya. Ibu hamil setidaknya mengkonsumsi makanan berprotein 3 hingga 4 porsi setiap hari.

Protein bisa didapat dari hasil laut, daging merah, daging ayam, kacang-kacangan dan olahannya dan telur.

Dari karbohidrat, zat besi dan protein tadi, Anda bisa mengolah cemilan sehat ibu hamil yang lezat seperti fish and chips, popcorn, sereal, biskuit gandum, spaghetti dengan topping tuna dan lain-lain.

4. Asam Folat Untuk Perkembangan Otak Anak

Dari awal masa kehamilan hingga usia kandungan 12 minggu, Anda sudah disarankan untuk mengkonsumsi asam folat.

Bidan atau dokter kandungan juga akan meresepkan suplemen asam folat. Setiap harinya, ibu hamil butuh asam folat sebesar 400 mg.

Asam folat bisa dijumpai di bahan makanan alami seperti brokoli, buah alpukat, pepaya, bayam dan kacang-kacangan. Jus alpukat, kacang goreng dan salad bisa menjadi cemilan sehat dan lezat bagi ibu hamil.

5. Pemenuhan Kalsium Dan Lemak Juga Penting

Kalsium semasa kehamilan bisa didapat tak hanya dari susu khusus ibu hamil. Kalsium bisa diperoleh dari susu kedelai, keju dan yoghurt rendah lemak.

Olahan ikan sarden juga kaya dengan kalsium. Selain kalsium, lemak juga dibutuhkan bagi ibu hamil. Namun ingat, dalam mengkonsumsinya jangan berlebihan.

Sebaiknya pilihlah lemak nabati daripada lemak hewani. Lemak nabati bisa didapat dari biji-bijian dan buah alpukat.

6. Jangan Lupakan Vitamin Dan Serat

Serat dan vitamin terkandung pada buah dan sayuran. Setiap harinya, ibu hamil membutuhkan konsumsi sayuran kurang lebih 400 gram dan buah-buahan sebanyak 350 gram.

Olahan sayur dan buah seperti smoothie terlihat menyegarkan dan tentunya sehat untuk ibu hamil. Green smoothie contohnya.

Siapkan bayam, mangga, pisang dan yoghurt atau susu, lalu blend semuanya. Takaran disesuaikan dengan selera. Green smoothie ini enak, creamy dan patut untuk dicoba.

7. Konsumsi Air Matang Minimal 2 Liter Per Hari Agar Tubuh Terhidrasi

Kebutuhan cairan tubuh pada manusia sangat penting, terutama bagi wanita hamil. Takaran air minum saat hamil juga meningkat daripada wanita biasa.

Minumlah 10 gelas air setiap harinya. Badan ibu hamil wajib terhidrasi agar mengurangi rasa mual, sembelit, gangguan pada kandung kemih dan memberikan hidrasi pada kulit yang kering.

8. Hindari Mengkonsumsi Makanan Apapun Yang Mentah Maupun Setengah Matang

Saat mengandung, ibu hamil tidak diperkenankan minum atau makan yang masih mentah maupun setengah makan.

Ini karena sistem imunitas tubuh ibu hamil menurun dan janin menjadi rentan. Bahan makanan mentah yang mesti dihindari adalah telur, daging, ayam, seafood dan beberapa sayuran (kecambah, kacang dan lobak).

Telur, daging dan ayam wajib dimasak sampai benar-benar matang. Bakteri Salmonella bisa merugikan sang ibu maupun janin.

Hindari pula makan ikan mentah karena terdapat bakteri Listeria  yang dapat memicu keguguran, bayi lahir prematur dan janin meninggal di dalam kandungan.

Seafood seperti kerang, udang dan kepiting dimasak hingga matang karena bisa saja terdapat kontaminasi racun di dalamnya. Sushi, steak setengah matang bukanlah cemilan sehat ibu hamil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.